Selasa, 10 Mei 2011

karakteristik juz 18

Surah yang ke-18 adalah surah Al Kahfi yang berarti gua. Sebagaimana layaknya gua yang terdiri dari unsur batu, orang yang membawa karakter juz 18 mempunyai maupun menilai seseorang.

Selain itu, lorong-lorong yang gelap dan licin membuatnya menjadi sosok yang misterius dan tertutup serta tidak mudah mengungkapkan uneg-uneg dan kemauannya kepada orang lain.

Jika seseorang masuk ke dalam gua, harus siap dengan kejutan-kejutan yang akan terjadi. Begitu juga bila kita mencoba mengenal orang juz 18. Sering kali kita akan menemukan kejutan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Sampai-sampai kita tidak akan menyangka bahwa seorang juz 18 akan seperti yang kita duga sebelumnya.

Ada tiga surah yang mengisi juz 18. Pertama adalah surah Al-Mukminun yang berarti orang-orang yang beriman. Dalam Al Qur’an, ada beberapa nama surah yang lafalnya berbentuk mufrad (tunggal) dan Jama’ (banyak) masing-masing menjadi surah tersendiri. Salah satunya adalah surah Al Mukmin (40) yang merupakan bentuk tunggal artinya orang yang beriman dan surah Al Mukminun (23), berbentuk jama’ yang berarti orang-orang yang beriman.

Nah, penamaan surah Al Qur’an yang mengambil satu kata menjadi surah yang berbeda dalam bentuk tunggal dan jama’ merupakan sebuah indikasi bahwa ada makna atau pesan yang hendak disampaikan.

Berikut akan diulas penjelasannya dalam konteks mengurai karakter manusia berdasarkan metode struktur Al Qur’an.

Salah satu makna yang bisa ditangkap dari fenomena tersebut adalah penegasan, bisa dan sisi makna, bisa juga dari sisi kapasitas atau jumlah. Dari sisi kapasitas memang sudah bisa terlihat dari bentuk lafalnya, namun dari sisi makna, perlu sedikit kejelian untuk meraba dan akhirnya menemukannya.

Derajat tertinggi dalam spiritualitas islam adalah mukmin. Ingat, ketika Rasulullah saw dititahkan Allah SWT untuk menegur beberapa orang suku badui (tinggal di pegunungan dan pelosok) yang mengatakan bahwa mereka telah beriman.

Allah SWT menyangkalnya (dengan tujuan menjelaskan) lewat lisan Rasul-Nya yang di-abadikan dalam Al Qur’an QS.AI Hujurat (49): “orang-orang Arab badui itupun berkata : “kami telah beriman “, katakanlah (kepada mereka): ” kalian belum beriman, tetapi kata-kanlah kami telah tunduk (muslim)…..”.

Dari potongan ayat di atas, bisa dipahami bahwa untuk mencapai derajat mukmin tidak semudah yang kita bayangkan. Ada kriteria tertentu agar seseorang bisa mencapai derajat tersebut.

Salah satunya adalah lanjutan dari ayat di atas pada surah yang sama yaitu ayat 15, “orang –orang yang beriman adalah orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya (dengan menjalani segala perintahNya dan menjauhi laranganNya), lalu mereka tidak ragu-ragu (dengan keyakinannya) dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, merekalah orang-orang yang benar.”

Sebuah kriteria yang ideal yang seharusnya ada dalam diri orang yang berjuz 18. Bukan berarti karakter juz yang lain tidak perlu mengacu pada sifat-sifat yang terkandung dalam ayat di atas, tetapi orang yang membawa karakter juz 18 mempunyai peluang yang lebih banyak dengan eksistensi surah Al Mu’minun pada juz tersebut secara penuh dan tidak terbagi dengan juz yang lain.

Gambaran dari Al Mu’minuun adalah orang yang berakal. Artinya, ia termasuk seseorang yang gemar berolah fikir.

Baginya, segala sesuatu harus bisa diterima oleh akalnya. Karena berhubungan dengan goa (Al Kahfi), kadang kala cara berfikirnya susah ditebak, terlalu “njlimet” dan terkesan kaku. Tidak jarang ia memaksakan pemikirannya kepada orang lain.

Hubungannya dengan karakter orang yang berjuz 18, biasanya ia cenderung pendiam dan lebih banyak mengamati jika berada dalam lingkungan barunya, tetapi sebenarnya dalam dirinya tersimpan keinginan untuk menjadi pusat perhatian orang-orang yang di sekelilingnya.

Total ayat surah Al Mukminun adalah 118. Kalau kita menerapkan teori putaran surah yaitu dengan cara mengurangkan jumlah ayat surah Al Mukminun dengan jumlah surah Al Qur’an, maka kita akan mendapatkan 118-114=4. Selanjutnya angka 4 kita subtitusikan ke dalam urutan surah Al Qur’an.

Surah yang ke 4 adalah An Nisa (wanita). Umumnya orang yang berjuz 18 telaten dan rapih serta teliti dalam mengerjakan sesuatu. ia juga mempunyai sifat yang manja. Selain itu, hal ini juga bisa menjadi kelemahan seorang juz 18. ia mudah terpengaruh oleh wanita.

Surah yang kedua adalah An Nuur (cahaya). Sesuai dengan fugsinya, cahaya berguna untuk menerangi tempat yang gelap. Dari sini bisa diketahui bahwa orang yang membawa karakter juz 18 tidak banyak mengalami kendala untuk menyerap berbagai bentuk keilmuan kemudian mentransfernya kembali kepada orang lain. Boleh dibilang, kemampuan olah pikir atau intelektualitasnya tinggi.

Tetapi yang perlu diingat, jangkauan cahaya sangat terbatas dimana cahaya tidak bisa menembus sekat-sekat tertentu. Memang, dalam hal menerangi orang lain dalam arti memberi nasehat atau masukan kepada orang lain ialah ahlinya, namun justru terkadang ia mengalami kesulitan untuk menerangi dirinya sendiri.

Seorang juz 18 meiliki kelebihan dalam menyelami permasalah orang lain. Dengan kata lain, ia orang yang tepat untuk tempat curhat setiap permasalahan. ia menjadi seseorang yang gemar menolong.

Keberadaan surah An Nur juga membuat orang yang berjuz 18 ingin selalu mencari penjelasan tentang sesuatu di balik kehidupan ini, terutama yang bisa didapatkan secara spiritual atau lakon tertentu.

Ada sesuatu dalam dirinya yang mendorong agar keinginannya tersebut terakomodir dengan baik, jika tidak maka ia akan selalu merasa gelisah.

Namun jika keinginan di atas dapat tersalurkan dengan baik maka ia bisa menjadi seorang yang arif dan bijak dalam menyelesaikan persoalan lingkungannya.

Kalau saja kita rnau sedikit mengamati cahaya lilin atau lampu, maka kita akan menyaksikan bahwa area yang terdekat dengan cahaya tersebut yaitu ruang yang lurus sejajar dengannya tidak ikut terterangi oleh cahayanya. Begitulah kira-kira gambaran non psikis yang sering dialami oleh orang yang berjuz 18. Ia tidak bisa melihat kesalahan atau kelemahan yang ada pada dirinya.

Jumlah ayat dari surah An Nur adalah 64 Kalau kita subtitusikan kembali angka tersebut ke dalam urutan surah Al Qur’an.

Maka kita akan mendapatkan surah At-Taghaabun, yang berarti hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.

Lazimnya, orang yang membawa karakter 18, jika ada orang yang berbuat salah depannya atau bahkan menyakitinya, ia akan bersikap “mencatat” atau “niteni” dalar bahasa jawanya.

Ketika tiba saatnya nanti, ia akan mengeluarkan semua catatannya tersebut sebagai senjata untuk melumpuhkan rivalnya, oleh karena itu jangan coba untuk membuat kesalahan yang sama dua kali di depannya. Sisi lain, ia sangat jeli melihat kesalahan oran lain.

Surah yang terakhir pada juz 18 adalah surah Al Furqan yang berarti pembeda. Hal itu merupakan pertanda bahwa orang yang berjuz 18 mempunyai keahlian untuk menjadi seorang penengah atau negosiator.

Ini terlepas dari pengaruh kombinasi yang cantik antara surah An Nur dengan Al Furqan.

Entah mengapa, ia merasa tidak betah denga keadaan yang kisruh dan tidak kondusif secara naluriah ia akan berusaha memberikan sumbangsih pemikiran atau apapun untuk menetralisir keadaan tersebut.

Dari Surah Al Furqan pula, ia adalah sosok yang normatif, karena ayat Al Furgan yang berada di juz 18 berjumlah 20 ayat. ‘Ain 20 dimaknai sebagai aturan main, sehingga dalam memecahkan permasalahan yang terlihat adalah hitam dan putih, benar dan salah. Wajar, jika kesan kaku melekat padanya.

Sisi yang lain dari unsur Al Furqan yang mewarnai karakter juz 18 adalah pada sifatnya yang terlalu banyak pertimbangan sehingga terkadang lambat dalam mengambil keputusan, keraguan dalam bertindak seringkali melingkupinya,

Berdasarkan Tanda ‘Ain

Berikut putaran ‘ain dan angka di dalamnya ;

Ain 1

Angkanya adalah 1, 22 (target), 1. Dari kombinasi ketiga angka tersebut bisa diketahui bahwa orang yang membawa karakter juz 18 malas untuk berpikir jika tidak ada tujuannnya atau target tertentu yang bisa memberikan masukan positif buatnya.

Seperti sudah disinggung di atas, ia adalah orang yang banyak pertimbangan dalam menyelesaikan atau membuat keputusan, sehingga terkesan lamban. Karena ‘ain 1 masih berhubungan dengan ‘ain 18 yang berarti pertimbangan.

Selain itu, ain 35 juga berkaitan dengan ain 1, yang berarti ia akan lebih bersikap jaim (jaga image) dan menahan diri jika berada pada lingkungan yang belum dikenalnya dengan akrab.

‘Ain 2

Angkanya adalah 2, 10 (perut), 2. Dari gabungan angka tersebut bisa disimpulkan bahwa orang yang berjuz 18 tergolong jell dalam melihat berbagai persolaan. ia juga mempunyai bakat untuk menganalisis sesuatu yang bermuara pada ditemukannya jalan keluar Cain 19). ia bisa menyikapi permasalahan dengan tenang karena keyakinannya akan hukum causalitas atau sebab akibat Cain 36)

‘Ain 3

Angkanya adalah 3, 18 (pertimbangan, kesehatan), 3. Terlihat jelas, bahwa orang yang berjuz 18 memang penuh pertimbangan dengan terulangnya angka 18 di beberapa titik `ain. Sisi lainnya THT juga bisa menjadi kelebihannya dengan perkataanya yang mudah diterima dan dipercaya orang lain.

Tetapi hal itu juga bisa menjadi kekurangan baginya. ia merasa kesulitan mengungkapkan keinginannya. Secara fisik, ia mudah terkena gangguan penyakit yang berhubungan dengan organ THT.

Pertimbangannya selalu didasarkan pada aturan main atau norma yang berlaku di lingkungannya Cain 20) dan merupakan penerapan dari hasil analisannya terhadap permasalahan yang ia hadapi (ain 37).

‘Ain 4

Angkanya adalah 4, 27 (usaha), 4. Biasanya ia selalu merencanakan segala sesuatu sebelum ia melaksanakannya. Jika ia anggap masih terdapat kekurangan, maka ia akan memikirkannya kembali (‘ain 21) dengan memasukkan dan mengambil peluangpeluang untuk pengembangan ke dapan secara lebih baik (ain 38)

‘Ain 5

Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 5, 5.Orang yang berjuz 18 cenderung tidak suka banyak bicara. Baginya yang penting bekerja dulu. Bahkan untuk menyebut sifatnya yang satu ini, boleh dikatakan “pukul dulu, urusan belakangan”.

ia juga terbiasa bekerja dengan sistem target, tak jarang karena terlalu asiknya “mengejar target” ia melupakan yang lain Cain 22). Hal itu ia lakukan jika apa yang ia kerjakan sesuai dengan minat atau keinginannya atau setidaknya ia menyukai pekerjaan tersebut (ain 39).

‘Ain 6

Angkanya adalah 6 (syaraf, hukum), 26 (waktu, potensi), 6. Orang yang berjuz 18 memang sosok yang normative terutama dalam masalah waktu. ia terkadang merasa seolaholah waktu selalu mengejarnya sehingga

dalam mengerjakan sesuatu terkesan tergopoh-gopoh dan terburu-buru.

Tetapi dalam keadaan tertentu (jika hatinya merasa gundah dan tidak. enak) ia adalah orang yang tidak menghargai waktu, dalam arti ia bisa bersikap semaunya seakan-akan minta perhatian.

Tak jarang dalam meng-ungkapkan apa yang menjadi keinginannya, ia melakukan sesuatu yang spektakuler untuk menarik perhatian orang-orang di seke-lilingnya (‘ain 23).

Berdasarkan Halaman

Taktis

Taktis bisa dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 pada juz 18. Total ayatnya adalah 112 yang merujuk pada surah Al Ikhlas.

Orang yang membawa karakter juz 18 tulus dam tidak perhitungan dalam membantu sesama, bahkan tak jarang karena ketulusannya, ia dimanfaatkan orang lain. Namun yang tidak boleh dilupakan, justru inilah ujian bagi seorang juz 18. Keikhlasan.

Negatif/positif

Negatif/positif bisa didapatkan dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pad halaman selanjutnya yaitu 7 sampai 13, berjumlah 65 ayat. Kalau kita subtitusikan pada urutan surah Al Qur’an maka kita akan mendapatkan surah At Talaq. Ketegasan orang yang berjuz 18 terlihat di sini.

Kolaborasi antara surah Al Kahfi (18), Al Furcian ( 25), dan At Talaq (65) menunjukkan campaur baurnya antara ketegasan (yang didasari oleh kearifan (al Mukminun) dan keras (yang didasari oleh emosi dan idealisme yang terlal tinggi). Tetapi ada sebuah surah yang berfungsi sebagai penetralisir yaitu An Nur.

Baginya, apa yang terlihat salah dimatanya, selamanya akan tetap salah. ia tidak perduli bila sebenarnya orang tersebut benar. Begitu juga sebaliknya. Bila surah ini yang dominan dalam diri juz 18, ia bisa menjadi seorang diktaktor tulen.

Jalan Keluar

Dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15 maka kita akan mendapatkan jalan keluar juz 18. Total ayatnya adalah 13 yaitu surah Ar Ra’du.

Ketika emosi dan ambisi orang membawa karakter juz 18 memuncak, maka bagaikan kilat dan petir yang menyambar kesana kemari, tak seorangpun bisa menghadapinya.

Surah ini juga bisa membuat orang yang berjuz 18 mempunyai kemauan yang keras untuk mewujudkan keinginannya.

Petir terjadi karena bertemunya energi positif dan negatif. Artinya, seorang juz 18 memiliki kegemaran berdiskusi sampai tingkat perdebatan.

Karena surah ini sebagai jalan keluar, maka bila seorang juz 18 memiliki masalah, hendaklah didiskusikan, bukan dipendam.

Dasar

Dan halaman yang terakhir, yaitu 16, kita bisa memahami dasar dari juz 18. Jumlah ayatnya adalah 12 yang kalau kita korelasikan ke dalam urutan surah adalah surah Yusuf. Yusuf adalah simbol kepolosan.

Begitu juga dengan orang yang berjuz 18, apa yang ia bicarakan dan lakukan adalah apa

adanya dan tidak dibuat-buat. Namun yang menjadi masalah adalah tempat dan waktu yang kadang tidak tepat untuk menunjukkan kepolosannya tersebut yang berakibat ia mudah ditipu.

Surah Yusuf juga merupakan simbol udara atau atmosfir. Wajar jika orang yang berjuz 18 mudah sekali bergaul dan membentuk dirinya sesuai tempat ia berada.

Kelemahan Fisik

Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 18 terletak pada organ kepala, darah dan jantung. Selain itu juga pada hati atau lever dan mata.

Bagian tubuh yang lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah bagian pantat dan paha kaki kanan.

Capricorn - Kambing Jantan
(22 Desember - 20 Januari)

Pendiam, Rajin dan Ambisius, Materialis, Gengsi Tinggi, Suka Memerintah, Suka memperalat Orang Lain

Nomor Keberuntungan: 1, 12, 19, 25, 37, 46

Aroma Keberuntungan: Madu-Maduan, Tulip

Planet Yang Mengitari: Saturnus

Bunga Keberuntungan: Lumut, Tumbuhan Ivy (Merambat)

Warna Keberuntungan: Hitam, Coklat

Batu Keberuntungan: Mutiara Hitam

Elemen Keberuntungan: Tanah

Pasangan Serasi: Cancer

Para capricorn sangat teguh. Kambing jantan selalu berkeinginan untuk mencapai dan mengusahakan sesuatu. Mereka memiliki keinginan yang kuat dan biasa digunakan untuk mencapai rasa aman. Mereka sangat mantap dalam mengambil langkah seperti layaknya Kambing Gunung. Kapasitas kerja dan keyakinannya sangat besar. Mereka penuh waspada dan jarang meminta bantuan dari orang lain. Mereka suka mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Mereka suka menjadi budak bagi diri mereka sendiri dan tidak percaya dengan orang lain dalam mengerjakan tugasnya. Pribadinya sangat sensitif dan sangat membutuhkan penghargaan dari orang lain. Capricorn memiliki kemantapan untuk mencapai tujuan. Pantang menyerah sampai titik darah penghabisan. Kemampuannya dalam hal berencana, digabung dengan kekuatan, stamina dan etika kerja yang kuat selalu membawa mereka menjadi pemenang. Sikapnya yang persuasif memudahkannya mendapatkan dukungan dari orang lain. Sagitarius termasuk materialis, namun tidak suka hidup berlebihan.

Asmara para Capricorn: Cenderung sexy dan teguh dalam hal percintaan dan hubungan. Mereka tidak terima jawaban tidak. Jadi, jika kamu menjadi sasaran cintanya, berhati-hatilah. Mereka akan menyeretmu kehadapannya dengan kekuatan dan pesonanya. Cinta adalah suatu kebutuhan bagi zodiak ini dan begitu mereka mendapatkannya, mereka akan memperlakukannya bagaikan barang berharga. Capricorn sangat setia selama pasangannya selalu bersedia membantunya.

karakteristik juz 17

Seseorang yang bermain dengan logika dan suka meng-estimasi suatu hal, segala sesuatu itu selalu dipikirkan berulang2 kali, perfeksionis, apabila mengerjakan sesuatu harus tuntas dari awal sampai akhir, menyukai kebersihan dan keindahan, ikhlas, suka memberi hadiah untuk orang lain, cara berpikirnya jauh loncat ke depan, terkadang target oriented, patuh, ceroboh, berjiwa sosial, senang jalan-jalan, bakat berdagang (tapi yg satu ini belum keliatan), suka ga' tegaan sehingga terlihat tidak tegas, prinsip kuat, mudah beradaptasi, bercita2 ting

Karakter Dasar Manusia Juz 17

Mengenal karakter orang memang ada suka dukanya. Namun yang pasti tidak untuk tajassus yaitu mencari-cari kesalahannya untuk mencelakakan atau menfitnahnya. Tetapi sebagai masukan dan referensi agar lebih bijaksana dalam menghadapi karakter orang yang berbeda-beda dan bermacam-macam.

Selain itu, bagi orang yang bersangkutan bisa lebih mengenal dirinya sendiri. Bukan membanggakan diri jika terdapat sifat-sifat yang baik dan enggan memperbaiki sifat yang buruk. Namun sebaliknya, berusaha memaksimalkan sifat positif dan mengurangi atau menghilangkan sifat-sifat negatif.

Berdasarkan urutan surah sesuai dengan nomer juznya, surah ke-17 adalah Al Isra (perjalanan malam). Sebuah isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 17 ketika menghadapi permasalahan, memilih menenangkan diri dulu sebelum memecahkannya. Baginya masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin.

Menenangkan diri versi orang yang berjuz 17 bisa berbentuk macam-macam. Bisa bergulat dengan dunia malam atau sebaliknya, mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengingat Isra merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.

Mimpi adalah salah satu bentuk "perjalanan" malam. Artinya, seorang juz 17 termasuk orang yang gemar bermimpi atau berfantasi. Atau orang juz 17 juga memiliki banyak sekali ide atau gagasan.

Salah satu dari 4 juz dalam Al Qur’an yang terdiri dari surah penuh, yaitu diawali oleh akhir surah dan diakhiri oleh akhir surah pula adalah juz 17. Memang empat juz tersebut antara lain juz 17, 28, 29, dan 30 tergolong juz yang "istimewa".

Artinya bisa jadi dengan tidak adanya surah yang pecah dalam juz-juz tersebut tanpa terkecuali juz 17 yang kita bahas pada edisi kali ini menjadikan seorang yang membawa karakter juz 17 mempunyai pribadi yang tidak ingin setengah-setengah dalam menangani sesuatu.

Selain itu, ia juga menganggap dirinya mampu untuk menangani masalah sendirian, entah kenapa ia tidak terbiasa dengan meminta pertimbangan atau pertolongan orang lain.

Surah-surah yang penuh dalam juz 17 juga menjadikannya orang yang selalu memperhitungkan apa yang hendak dilakukannya, atau dengan ungkapan yang lain jangan coba-coba untuk melakukan sesuatu secara serampangan (tidak sistematis) di depannya.

Surah penuh merupakan simbol keteraturan, kejelian dan ketepatan serta kecermatan. Atau singkatnya ia adalah figure yang prefeksionis, artinya segala sesuatu harus terlihat sempurna di hadapannya bagaimanapun caranya.

Juz 17 juga bermakna estimasi, bisa dikatakan orang yang berjuz 17 memiliki kelebihan dalam memprediksi suatu peristiwa atau kejadian. Selain itu, biasanya ia tidak bisa atau malas melakukan sesuatu jika tidak sesuai dengan pikirannya atau paling tidak ada benefit positif (manfaat) buatnya.

Surah Al Anbiya dan Al Hajj merupakan dua surah yang mengisi juz 17. Surah Al Anbiya (21), yaitu dari ayat 1 sampai 112. Makna dari Al Anbiya adalah secara etimologi adalah bentuk plural (jamak) dari kata Nabi yang berarti seorang Nabi atau pembawa berita.

Sebagaimana diketahui bahwa Para Nabi adalah hamba Allah SWT yang terpilih untuk membawakan berita (wahyu) dan menjadi pemimpin untuk umatnya masing-masing, kecuali Nabi Muhammad yang diutus untuk seluruh manusia.

Yang perlu diketahui disini adalah bahwa para Nabi hanya menyampaikan wahyu dan menjelaskannya kepada umatnya, tidak lebih. Artinya Nabi adalah sosok pemimpin yang merupakan eksekutor atas norma dan peraturan Allah SWT.

Jika wahyu tidak mengakomodasi detail permasalahan yang dihadapi oleh mereka, maka dengan kapasitas sebagai nabi mereka diberikan hak untuk berijtihad untuk menyikapi dan mencari solusi atas persoalan mereka.

Nah, dari sini kita sudah mendapat gambaran sekilas tentang sifat orang yang membawa karakter juz 17. la mempunyai kebiasaan dalam menyikapi sebuah permasalahan dengan mengembalikan kepada norma atau aturan yang berlaku pada lingkungannya, jika norma atau aturan tersebut tidak mengkover maka ia akan berijtihad mengambil inisiatif untuk memecahkan masalahnya sendiri sehingga kesan subjektif akan terlihat padanya.

Sayangnya, karena Nabi diberikan kewenangan oleh Allah menjadi eksekutor dan legislator (pembuat peraturan) dalam hal-hal tertentu, berpengaruh terhadap karakter orang yang berjuz 17, kadang-kadang tanpa disadari, ia memaksakan keinginan atau kehendaknya pada orang lain, atau setidaknya orang harus setuju dengan pendapatnya.

Namun, dibalik kesan angkuh yang melekat padanya, tersimpan sifat yang tulus , peduli pada lingkungan dan ikhlas serta pemaaf. Karena total ayat surah Al Anbiya yang terdapat pada juz 17 adalah 112 yang merujuk pada surah Al Ikhlas yang artinya memurnikan keesaan Allah. Selain itu, dengan kemampuan bernegosiasi dan berdialog, ia bisa mempengaruhi seseorang atau kelompok

Selanjutnya adalah surah Al Hajj (ibadah haji), yaitu dari ayat 1 sampai ayat 78. lbadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima, apabila seorang muslim telah selesai melaksanakannya maka islamnya telah sempurna. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa orang yang berjuz 17 dalam melihat berbagai hal harus tampak sempurna, namun yang seringkali ia lupakan bahwa sempurna menurutnya belum tentu sempurna menurut orang lain.

Jumlah ayat surah Al Hajj yang ada pada juz 17 adalah 78. Kalau kita konversikan kedalam urutan surah Al Qur’an maka kita akan mendapatkan surah An Naba' (berita besar). Artinya orang yang membawa karakter juz 17 bisa menjadi pusat perhatian, antusias (cepat semangat dalam melakukan sesuatu tetapi tidak jarang cepat pula pudarnya), dan mempunyai modal untuk meyakinkan orang.

Berdasarkan Tanda 'Ain
Sejak dulu, tanda 'ain merupakan sebuah teka-teki yang harus dipecahkan selain merupakan tanda waqaf (berhenti), terutama berkaitan dengan angka-angka yang terbubuh padanya. Dasar pemaknaan 'ain sebagai tanda waqaf pun tidak kuat karena selain merupakan bentuk hasil ijtihad ulama, argumen yang merujuk pada literature tertentu juga tidak ditemukan.

'Ain 1
Angkanya adalah 1 (otak, kepala), 10 (pencernaan), 1. Kombinasi angka tersebut merupakan isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 17 gemar berpikir, dengan kata lain ia bisa diajak untuk berpikir simple dan bisa juga berpikir rumit dan njlimet. Oleh karena itu, pola pemikiran seorang juz 17 kadang kala terkesan kaku dan cenderung bernilai subjektif.
'Ain 1 mempunyai korelasi dengan ain 18, artinya setiap yang dipikirkan dan akan dilakukannya sebaiknya selalu didasari oleh pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Salah satu yang harus menjadi pertimbangannya adalah factor lingkungan. la harus melakukan pengamatan yang cermat agar apa yang dipikirkanya tepat sasaran, hal tersebut perlu dilakukan karena 'ain 1 juga masih bertalian dengan ain 35.

'Ain 2
Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 19 (pemecahan masalah), 2. Pandangan dan analisis seorang yang berjuz 17 boleh dibilang tajam dan selalu mengarah pada penyelesaian masalah. Entah kenapa ia kurang terlalu suka dengan pandangan yang bertele-tele.
Hal tersebut semakin diperkuat dengan putaran 'ain yang kedua sehingga 'ain 2 berkaitan dengan 'ain 19. Terakomodirnya 'ain 19 sampai dua kali pada 'ain 2 membuat makna yang terkandung di dalamanya semakin jelas dan terasa.
Putaran 'ain yang terakhir jatuh pada angka 36, artinya analisisnya sebaiknya juga didasari oleh pertimbangan sebab akibat atas apa yang akan dilakukannya.

'Ain 3
Angkanya adalah 3 (THT), 12 (ambisi, motivasi), 3. Membaurnya ketiga angka tersebut menjadi satu kesatuan menyebabkan orang yang membawa karakter juz 17 dalam menyampaikan sesuatu terlalu menggebu-nggebu dan bersemangat sehingga ada kesan tertentu dibalik apa yang disampaikannya. la sangat gigih untuk merealisasikan gagasannya. Atau dengan ungkapan yang lain, apa yang ia sukai akan ia perjuangkan habis-habisan tanpa memperdulikan orang lain.
Dalam berbicara pun, biasanya ia sangat jeli dalam menganalisis bahasa yang dipergunakan, dan baginya tepat atau tidaknya pemakaian bahasa dalam bertutur merupakan barometer apakah seseorang mengerti dengan apa yang dibicarakannya. Hal itu wajar, karena `ain 3 mempunyai korelasi dengan 'ain 20 (aturan main).
`Ain 3 juga bertalian dengan `ain 37. la merasa tidak puas dengan hanya berbicara saja, biasanya ia selalu bisa menfollow up dari apa yang telah ia ucapkan atau apa yang menjadi idenya.

'Ain 4
Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 9 (hati nurani), 4. Dalam membuat perencanaan sebuah pekerjaan, kalau sedang hatinya tidak galau, maka ia akan dapat menyelesaikannya dengan balk, begitu sebaliknya.
Putaran 'ain 4 pertama menghasilkan angka 21. Sebaiknya ia memikirkan ulang dalam rangka mengkaji secara matang apa yang akan dilakukannya.
Putaran yang terakhir berujud angka 38. Setelah melalui analisa dan pengkajian yang cukup, maka ia juga harus memikirkan bagaimana mengembangkannya pada masa mendatang.

'Ain 5
Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 25 (lingkungan), 5. Dari ketiga angka tersebut bisa dipahami bahwa orang yang berjuz 17 menjadikan lingkungan sebagai faktor yang harus diperhitungkan terkait dengan rencana yang akan dilakukannya.
Dalam melakukan sesuatu pun, ia sudah terbiasa bekerja dengan target tertentu. Hal ini disebabkan 'ain 5 mempunyai korelasi dengan ain 22, artinya target.
'Ain 5 berkitan dengan 'ain 39. Dalam melakukan pekerjaannya, kalau tidak sesuai dengan minatnya, maka bisa diperkirakan ia akan malas melakukannya. Bila mau melakukanpun karena terpaksa, akhirnya hasilnya kurang maksimal

`Ain 6
Angkanya adalah 6 (sendi, hukum), 18 (pertimbangan), 6. la tidak suka berspekulasi, sesuatu harus sistematis dan jelas, khususnya masalah legalitas atau sesuai dengan hukum yang berlaku.
Namun sayang, terkadang ia sendiri pada saat tertentu melanggar peraturan yang ia buat sendiri. Parahnya, ia bisa menjadi seorang yang konsisten dalam ketidak konsitenan.

Berdasarkan Halaman
Halaman Al Qur’an juga bisa dijadikan indikator dalam mengkaji karakter manusia berdasarkan metode struktur Al Qur’an, tentu yang dimaksud Al Qur’an di sini adalah mushaf format 18 baris. Dalam usaha untuk menguraikan karakter berdasarkan halaman Al Qur’an, dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

Taktis
Taktis dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 dari juz 17, yaitu berjumlah 82 ayat. Jumlah ayat ini selanjutnya dikorelasikan menjadi urutan surah. Surah Al Qur’an yang ke-82 adalah Al Infithar artinya yang terbelah. Orang yang membawa karakter juz 17 cenderung emosional dan meledak-ledak dalam menyampaikan sesuatu. la juga tergolong orang yang enerjik. Namanya terbelah, sering kali ia dihadapkan pada kondisi dilematis dalam mengambil keputusan.

Negatif / Positif

Begitu pula dengan negatif/positif, bisa diketahui dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yang total berjumlah 74. Urutan surah Al Qur’an ke 74 adalah Al Muddatsir yang berarti orang yang berselimut. Orang yang berjuz 17 biasanya tertutup dan malas jika harus mengikuti aturan orang lain, dengan kata lain ia agak susah diatur. Tidak jarang, kita tidak dapat mengerti apa yang menjadi keinginan seorang juz 17.

Jalan Keluar
Jalan keluar bagi orang yang membawa karakter juz 17 di dapat dari jumlah ayat yang berada pada halaman 14 dan 15, yaitu 25 ayat. Surah Al Qur’an yang ke 25 adalah Al Furqan, artinya pembeda. la adalah tipe orang yang tidak bisa mencampuradukkan berbagai permasalahan. Baginya masalah harus dipetakan dan dibahas serta diselesaikan menurut jenis dan macamnya sehingga dalam mencari solusinya bisa terarah atau fokus.

Namanya juga pembeda, ia lebih percaya diri bila bisa berbeda dengan yang lain, meskipun orang lain menganggap hal itu aneh. Dengan kata lain, ia berani tampil beda. Karena hal inilah yang dijadikan senjata untuk menutupi kekurangan dirinya.

Dasar
Di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman terakhir yaitu halaman 16 pada juz 17 yang total berjumlah 9 ayat. Surah ke 9 Al Qur’an adalah At Taubah. Seperti dijelaskan di awal, bahwa orang yang berjuz 17 sebenarnya adalah tipe pemaaf. Selain itu ia sulit untuk melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.
Tapi, bila kesalahan tersebut fatal baginya. la menjadi seorang yang keras dan tidak bisa memaafkan kesalahan tersebut. Jangankan memaafkan, menegur orang tersebut pun enggan.

Kelemahan Fisik
Kelemahan fisik orang yang berjuz 17 terletak pada jantung dan darah. Selain itu juga pada bagian kepala dan sistem respirasi atau pernafasan (paru-paru), wajar jika ia sering mengalami sesak nafas atau gangguan pernafasan lainnya. Bagian tubuh lain yang lemah adalah THT, sehingga ia mudah terserang gangguan pernafasan, batuk, pilek dan lain-lain.
Selain itu bagi seorang juz 17 pria, yang harus dia jaga adalah prostat.

Kesimpulan
Kekurangan
Selalu melihat permasalahan menurut pendapat pribadi, emosional, malas jika tidak sesuai dengan keinginannya (moody), merasa mampu melakukan sesuatu sendirian (mandiri). Suka memaksakan kehendak

Kelebihan
Prefeksionis, penuh perhitungan, cermat, logis, pemaaf, tidak suka bertele-tele, enerjik, memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan. Berani tampil Beda.



Dikutip dari
Tabloid Khalifah Edisi 21/Tahun 1/2005